BEGINNING
Kami di percayakan untuk pelayanan KKR di GOR Tanjung Priok, aku lupa kapan nya, baru kali itu ngerasain rasanya demam panggung, biasanya pelayanan dengan ruangan tidak sebesar itu dan dengan jemaat sebanyak itu, saat GR masih aman terkendali, deman nya biasa saja, saat sudah mulai, baru kali itu nari saat lompat dan angkat tambourine rasa nya berat sekali, muka pun tertunduk, tapi sebisa mungkin aku lawan rasa itu, karna ada yang kurang saat menari dengan energi yang tertahan, demam pun hilang saat 3 lagu terakhir.
Awal pertama aku menari kurang lebih di tahun 2006, saat itu kami menari dan di latih oleh 2 orang pelatih, team kami ada 5 orang (3 penari youth dan 3 penari sekolah minggu), aku salah satu dari penari sekolah minggu itu.
Setiap sore aku dan teman ku mengendarai sepeda ke gereja untuk latihan, lumayan jauh jarak nya, namun kami tetap sukacita.Tahun berlalu team youth kami tidak lagi berlatih karna pengajar kami akan married.
Kami di latih oleh pelatih yang baru, team kami naik turun penari karna banyak hal, ada yang bukan keahlian nya, ada yang latihan kemudian tidak latihan lagi, ada yang sudah pindah rumah dll.
Waktu itu kami ada 1 penari pria, badan nya memang berisi tapi jangan salah, badan nya lentur saat menari, kebanyakan kalau pria dance, pasti di anggap nya bukan cowo sesungguhnya, padahal sekarang justru kebanyakan yang dance itu pria.
Jadwal kami latihan itu setiap minggu selesai ibadah, terkadang ambil hari lain juga untuk latihan ,kalau sudah mendekati jadwal pelayanan, bisa jumat atau sabtu, team inti kami hanya 4 orang termasuk pelatih kami, dengan pelatih baru, kami bukan hanya di ajarkan jenis tarian Tambourine saja, namun kami di ajarkan Ballet dan Modern Dance.
Kami di percayakan untuk pelayanan KKR di GOR Tanjung Priok, aku lupa kapan nya, baru kali itu ngerasain rasanya demam panggung, biasanya pelayanan dengan ruangan tidak sebesar itu dan dengan jemaat sebanyak itu, saat GR masih aman terkendali, deman nya biasa saja, saat sudah mulai, baru kali itu nari saat lompat dan angkat tambourine rasa nya berat sekali, muka pun tertunduk, tapi sebisa mungkin aku lawan rasa itu, karna ada yang kurang saat menari dengan energi yang tertahan, demam pun hilang saat 3 lagu terakhir.
Tahun demi tahun berganti biasa kami team hanya 4orang, saat itu Tuhan tambahkan penari lagi kurang lebih total semua ada 8 orang.
(to be continued...)
