Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 26, 2018

JANGAN TERIMA APA ADANYA

Jangan cintai aku , apa adanya, jaaaangan. Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan. ( Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya ) " ENGGA BISA TERIMA APA ADANYA" Ya, tidak bisa. Tidak bisa kalau tidak mau berubah Bukan berarti terima apa adanya lalu sepenuh nya menerima hal itu. Terima apa adanya kalau suka telat Terima apa adanya kalau penakut/pemalu Terima apa adanya kalau malas Terima apa adanya kalau kasar Terima apa adanya kalau boros Ini engga ada hubungan dengan fisik, Tapi ini lebih kepada SIFAT yang BISA DIUBAH Suka telat  Belajar untuk bisa atur waktu, lebih baik datang sebelum waktunya,  di banding datang telat lalu terburu-buru,  lebih baik menunggu dari pada di tunggu Penakut/pemalu   Paksa diri untuk berani Ketemu orang baru biasanya kita malu untuk duluan bicara tapi sekarang mulailah beranikan diri untuk lebih dulu bicara dengan orang baru , efek kurang baik punya sifat pemalu itu besar , kita akan kurang informasi , ak...

MALLTENCE (PART 6)

MUJIZAT NYATA Beberapa minggu sebelum HUT AC (2017) aku mencari-cari harga dan toko yang menjual alat perlengkapan menari, harga nya cukup tinggi, aku memang ingin tambourine hologram tapi kalau dana nya tidak cukup, mungkin di tahun berikutnya kita baru punya. Aku suka liat toko alat musik di tempat mama ku suka beli bahan pakaian, sesekali aku masuk dan sekedar melihat, aku lihat ada tambourine kayu dan saat itu harga memang sangat mahal, setiap belanja ke tempat itu, selalu aku melirik ke toko toko alat musik itu, sepertinya ini dulu adalah tanda karna setelah cari cari tempat , saat aku berdoa tempat itu memang jadi tujuan utamanya. Aku berangkat sendiri naik busway karna penari lainnya tidak bisa, rasanya kaki ku seperti di tuntun-Nya melangkah kesana, sampai disana aku berdoa dalam hati untuk di cukupkan dananya, aku masuk toko1, aku bertanya dari harga tambourine kayu sampai hologram dan itu sangat tinggi, aku keluar dan aku berdoa lagi dalam hati, aku masuk ke toko k...

MALLTENCE (PART 5)

KEEP PRAYING Semenjak pindah tempat ibadah kami tidak lagi pelayanan seperti biasa di hari minggu, karna ruko dan ruangan nya tidak mencukupkan untuk kami pelayanan, kami masih tetap latihan, walaupun harus naik turun pindah ruangan, impian kami nanti saat gereja sudah jadi, kami punya ruangan khusus dengan kaca, sound system, dan sepertinya baru itu yang kami perlu. Puji Tuhan, kami selalu di beri tempat untuk kami bisa tetap melayani walaupun bukan di gereja sendiri, kami pelayanan acara wedding, GYR (Get Your Revival), Natal di kampus - kampus dan beberapa acara ibadah lainnya. Sejujurnya kami malu dengan alat yang kami punya keadaan nya seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, suka minder sendiri, tapi kami belajar bahwa ketika sudah masuk dalam pelayanan kami harus buang semua hal yang bisa merusak pelayanan kami, termasuk rasa minder dengan alat itu. Kami kehilangan 1 tambourine besar kami karna terlempar, jatuh dan patah, Natal (2016) tidak ada yang baru, karna dana ya...

MALLTENCE (PART 4)

BERANI BAYAR HARGA Seiring jalan nya waktu, penari bertambah 4 orang sama seperti aku dulu, penari dari sekolah minggu. Kami punya 8 tambourine (4 ukuran 10inc dan 4 ukuran 8inc) Tambourine kami jenis tambourine yang terbuat dari bingkai kayu bundar yang di lengkapi dengan membran pelapis dari kulit sapi/pastik. Kami sangat berharap punya tambourine yang terbuat dari hologram, itu sangat meringankan kami, karna tambourine kayu umurnya tidak lama, apalagi kalau sudah rusak, perawatnya juga tidak sembarangan, karna di simpan di dalam lemari dan keadaan lembap seringkali tambourine kami kulit membra nya menurun dan itu buat suara tepukan nya jadi terdengar kurang suara, sebelum dipakai kami pakai harus jemur dulu ,itupun tidak boleh saat terik atau pun terlalu lama di jemur karna bisa buat kulit membra nya jadi terlihat seperti gosong. Di gereja kami tidak di berlakukan PK (Persembahan Kasih), kecuali saat di hari raya (Natal & Paskah), dana itu pun tidak cukup untuk ...